Showing posts with label ISIS. Show all posts
Showing posts with label ISIS. Show all posts

Saturday, April 22, 2017

Belum Mengenal Pemimpin ISIS, Simak Berikut Ini, Jangan Bawa-bawa Habib Rizieq

Tanggal 5 Juli, Abu Bakr al-Baghdadi, yang dikenal di antara para pendukungnya sebagai Khalifah Ibrahim, untuk pertama kalinya memperlihatkan wajahnya pada khotbah hari Jumat di Mosul, Irak.
Sebelumnya beberapa fotonya memang dibocorkan, tetapi Baghdadi sendiri tidak tampil di muka umum selama empat tahun sejak menjadi pemimpin kelompok yang sebelumnya bernama Negara Islami Jihadis Irak, nama sebelum ISIS, yang sekarang menjadi Negara Islami.
Sebelum April 2013, Baghdadi juga tidak terlalu banyak mengeluarkan pesan audio.
Pernyataan tertulis pertamanya adalah sambutannya terhadap tewasnya Osama Bin Laden pada bulan Mei 2011.
Pesan audio pertamanya dikeluarkan bulan Juli 2012, berisi ramalan kemenangan Negara Islam di masa depan.
Sejak kemunculan kelompok tersebut, 15 bulan lalu, informasi tentang Baghdadi yang disediakan untuk media meningkat.
Jumlah informasi khusus tentang latar belakangnya juga bertambah.

Keturunan Nabi Muhammad

Bulan Juli 2013, ahli ideologi asal Bahrain, Turki al-Binali, yang menggunakan nama Abu Humam Bakr bin Abd al-Aziz al-Athari, menulis biografi Baghdadi terutama untuk menggarisbawahi sejarah keluarga Baghdadi.
Dia menyatakan Baghdadi memang keturunan Nabi Muhammad, salah satu persyaratan kunci dalam sejarah Islam untuk menjadi khalifah atau pemimpin semua warga Muslim.


baghdadiHak atas fotomarkibong
Image captionSebelumnya tidak begitu banyak foto Baghdadi yang beredar.

Baghdadi dikatakan berasal dari suku al-Bu Badri, yang sebagian besar berada di Samarra dan Diyala, Baghdad utara dan timur, dan secara historis penduduknya dikenal sebagai keturunan Muhammad.
Turki al-Binali kemudian menyebut bahwa sebelum invasi Amerika Serikat terhadap Irak, Baghdadi menerima gelar doktor dari Universitas Islamis Baghdad, yang memusatkan kajian pada kebudayaan, sejarah, hukum dan jurisprudensi Islam.
Baghdadi sempat berkhotbah di Masjid Imam Ahmad ibn Hanbal di Samarra.
Dia memang tidak memiliki gelar dari lembaga keagamaan Sunni seperti Universitas al-Azhar di Kairo atau Universitas Islami Madinah di Arab Saudi.
Meskipun demikian dia lebih memiliki pengalaman pendidikan Islam tradisional dibandingkan pemimpin al-Qaida, Osama Bin Laden dan Aymen al-Zawahiri, yang keduanya adalah orang biasa, insinyur dan dokter.
Karena itulah Baghdadi menerima pujian dan legitimasi yang lebih tinggi di antara pendukungnya.

Menjadi pemimpin

Setelah invasi AS terhadap Irak di tahun 2003, Baghdadi dan beberapa rekannya mendirikan Jamaat Jaysh Ahl al-Sunnah wa-l-Jamaah (JJASJ), Angkatan Bersenjata Kelompok Warga Sunni, yang beroperasi dari Samarra, Diyala, dan Baghdad.


isisHak atas fotoMarkibong
Image captionNegara Islam berusaha menguasai daerah kaya minyak di Irak dan Suriah.

Di dalam kelompok ini, Baghdadi menjadi pemimpin dewan hukum. Pasukan pimpinan AS menahannya dari bulan Februari-Desember 2004, tetapi membebaskannya karena Baghdadi tidak dianggap sebagai ancaman tingkat tinggi.
Mengikuti jejak al-Qaida di Tanah Dua Sungai mengubah nama menjadi Majlis Shura al-Mujahidin (Dewan Syura Mujahidin) pada permulaan tahun 2006, pimpinan JJASJ menyatakan dukunganya dan penggabungan diri.
Di dalam struktur baru, Baghdadi bergabung dalam dewan hukum.
Tetapi tidak lama kemudian organisasi mengumumkan perubahan nama kembali di akhir tahun 2006 menjadi Negara Islam Irak (ISI) Baghdadi menjadi pengurus umum dewan hukum provinsi di dalam "negara" baru disamping anggota dewan penasehat senior ISI.
Ketika pimpinan ISI, Abu Umar al-Baghdadi, meninggal pada April 2010, Abu Bakr al-Baghdadi menggantikannya.

Tokoh sejarah?

Sejak menjadi pemimpin Negara Islam, Baghdadi membangun dan membangkitkan kembali organisasi yang berantakan karena kebangkitan kesukuan Sunni yang menolaknya sementara di saat yang sama kekuatan militer AS juga meningkat.
Dibandingkan dengan usaha pertama Negara Islam untuk berkuasa dalam sepuluh tahun terakhir, sampai sejauh ini, walaupun masih menggunakan kekerasan, mereka dipandang lebih berhasil meskipun tetap timbul pertanyaan tentang kelangsungannya dalam jangka panjang.
Keberhasilan ini sebagian karena mereka menggabungkan penerapan hukum keras dengan layanan sosial, disamping juga strategi pemberian umpan.
Jika ditelaah, Negara Islami menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat dan Tigris di samping daerah yang memiliki minyak di Irak dan Suriah.
Baghdadi dan pemimpin Negara Islami lain menyadari monopoli atas energi dan peningkatan kekuatan militer akan memudahkan penghimpunan kekuatan.
Tidak bisa diramalkan secara persis nasib Negara Islam di masa mendatang, tetapi Baghdadi jelas membuat organisasinya menjadi lebih dikenal dunia.

Friday, April 21, 2017

[Video] FPI, HTI dan FUI Adalah ISIS, Ini Agenda HTI 23 April 2017

Salah satu Anggota Markibong, mendapatkan informasi yang sangat penting untuk anda ketahui demi keutuhan NKRI ini, menurut Informasi yang kami himpun, HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia akan mengadakan pertemuan dengan anggota-anggotanya di Jakarta Selatan.

Beredar Undangan akan diadakannya pertemuan ini pada tanggal 23 April 2017, tepatnya Digedung Balai Sudirman sebagai berikut.



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

Teriring Salam Doa semoga menjadi bagian dari golongan yang mendapat 
rahmat dan ridhoNya, Kami Hizbut Tahrir Indonesia mengharapkan kehadiran
Bapak/ibu/Sdr/Sdri pada acara

INTERNATIONAL KHILAFAH FORUM 1438 H

Mengangkat tema: "Khilafah Kewajiban Syar'i Jalan Kebangkitan Umat"

yang InsyaAllah akan kami selenggarakan pada:
Hari : Ahad, 23 April 2017
Waktu: 19:30 - 23:00 WIB
Tempat: Gedung Balai Sudirman (Jl. Dr. Saharjo No. 268, Tebet, Jakarta Selatan, 12870)

Demikian, Semoga Allah Swt meringankan langkah kita. Atas perhatian dan kesediannya, kami mengucapkan terima kasih. Jazaakumullah khairan katsiran

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

MOHON UNDANGAN INI DIBAWA PADA SAAT REGISTRASI


Demikian Agenda mereka yang kami peroleh, dan kami akan memberikan sedikit ulasan video tentang ormas islam garis keras ini dan bukti mereka adalah anggoa ISIS yang sudah di baiat di Indonesia. Berikut video yang kami bagikan kepada anda, bukti bahwa FPI, HTI, FUI dan Ormas Radikal lainnya yang sering menyerukan anti Nasionalisme, demokrasi dan  Pancasila.


Di Indonesia mereka terus terang menganggap Pancasila jahiliah. Nasionalisme bagi mereka jahiliah. Tapi reformasi kan memberi angin kepada kelompok-kelompok ini sehingga dibiarkan saja. Dan tidak ada dialog. Akhirnya mereka memanfaatkan institusi (seolah-olah) “mendukung” pemerintah untuk mempengaruhi MUI (Majelis Ulama Indonesia). 

Tapi mereka taqiah (menyembunyikan agenda perjuangan aslinya), sebab mereka menganggap Indonesia itu sebenarnya jahiliah. Taqiah itu ideologi Syiah tapi dipakai oleh mereka. 


Kami menghimbau anda untuk menjaga anak-anak anda dari paham radikalisme dan ideologi khilafah. Cegah terorisme dengan melaporkan kepada BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) jika anda melihat hal-hal yang mencurigakan. FPI, FUI dan HTI, Mereka adalah ISIS


Demikian informasi yang kami bagikan kepada anda, jika anda cinta NKRI, sebarkan berita ini agar kita dapat mengehentikan roh-roh ISIS di indonesia.

FPI, HTI dan FUI, Tunggu episode berikutnya

Bongkar........


Saturday, April 15, 2017

Bravo Amerika... Berkat Bom "Induk Dari Segala Bom" Ternyata Telah Menewaskan 90 Anggota ISIS

Sedikitnya 90 orang militan ISIS tewas dalam serangan 'induk dari segala bom' yang dijatuhkan oleh AS di Afghanistan, seperti disampaikan oleh gubernur wilayah tersebut.

Bom non-nuklir yang berkekuatan tertinggi yang pernah digunakan oleh AS dalam pertempuran, dijatuhkan di basis ISIS di provinsi Nangarhar.
Sebuah jaringan terowongan dan gua dihancurkan pada Kamis (12/04) pagi waktu setempat, seperti disampaikan oleh pejabat AS.
Wartawan BBC Ismail Shinwary mendapatkan konfirmasi data jumlah anggota ISIS yang tewas dari gubernur Achin di provinsi Nangarhar.
ISIS sebelumnya menyatakan tidak mengalami kerusakan dalam serangan tersebut.
TIdak ada korban sipil dalam ledakan tersebut, kata Shinwary. Kepala Eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan serangan dilakukan dengan koordinasi pemerintahannya, dan "ditangani dengan sangat baik untuk mencegah mengenai warga sipil".
Bagaimanapun, salah satuu penduduk yang berada di dekat lokasi, mengatakan kepada BBC bahwa rumahnya telah hancur. Ledakan itu menerangi langit malam, kata dia.
Dikenal dengan mana "induk dari segala bom", atau MOAB, telah dijatuhkan pada Kamis pagi oleh sebuah pesawat transport MC-130, jatuh di distrik Achin Nangarhar.
Bom itu pertama kali digunakan dalam peperangan, dari total 15 bom yang telah dibuat.

Friday, April 14, 2017

Mantap...Amerika Sangat Serius Ingin Menghancurkan ISIS Menggunakan "Induk Dari Segala Bom"

Penggunaan bom dahsyat yang dijuluki 'Induk dari Segala Bom' ke basis kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Afghanistan 'semata-mata didasarkan pada alasan taktis'.
Hal ini disampaikan komandan militer Amerika Serikat paling senior di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, yang mengatakan bahwa penggunaan bom nonnuklir paling dahsyat ini bisa dipahami.


Jenderal Nicholson mengatakan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb tersebut adalah jenis senjata yang tepat untuk menyerang sasaran pangkalan kelompok militan di Provinsi Nagarhar di Afghanistan timur.
"Secara taktis, ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan GBU-43 ... kami tidak akan mengendurkan upaya dalam misi menghancurkan ISIS (di Afghanistan). Tidak boleh ada tempat berlindung bagi teroris di Afghanistan," kata Jenderal Nicholson, dalam keterangan kepada para wartawan hari Jumat (14/04).

Tentara AfghanistanHak atas foto

Tentara Afghanistan menunjuk ke kawasan yang menjadi sasaran 'Induk dari Segala Bom' hari Kamis (13/04).

Ia juga mengatakan serangan ini tidak menimbulkan korban di pihak sipil. Di sisi lain, bom masif itu menghancurkan persenjataan ISIS 'dalam jumlah besar'.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan bom menghantam area di Lembah Momand, yang menjadi lokasi jaringan gua-gua sepanjang 300 meter.
Pejabat setempat, Ismail Shinwary, kepada BBC mengatakan pasukan khusus Afghanistan yang didukung Angkatan Udara AS mulai beroperasi di sekitar sasaran serangan sekitar 13 hari lalu.
Kelompok ISIS sering diserang tapi 'yang tadi malam adalah yang paling dahsyat'.
"Ledakan bom terbesar yang pernah saya saksikan," ujar Shinwary.
Para pejabat Afghanistan mengatakan sekitar 36 milisi ISIS tewas, sementara ISIS membantah serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban di pihak mereka.

Mantap, 36 Orang Militan ISIS Tewas Oleh Bom Non-nuklir Amerika Serikat di Afghanistan

Serangan militer AS dengan menjatuhkan bom non-nuklir terbesar yang pernah digunakan oleh AS telah menewaskan 36 orang militan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Afghanistan, kata Kementerian Pertahanan Afghanistan.
Bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) seberat 9,800kg - disebut "induk dari segala bom" - dijatuhkan ke jaringan gua yang diklaim sebagai tempat persembunyian kelompok militan ISIS di Provinsi Nangarhar, Afghanistan.
Tidak ada warga sipil yang terkena dampak dari ledakan bom tersebut, kata pejabat Kementerian Pertahanan Afghanistan.
Tetapi mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengutuk serangan itu sebagai "tindakan tidak manusiawi dan paling brutal terhadap negara kami".
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan bom itu menghantam sebuah wilayah di desa yang terletak di lembah Momand, di mana kelompok militan ISIS diklaim bersembunyi di dalam gua- gua di sekitarnya.
Mereka mengatakan bom itu juga menghancurkan gedung pesenjataan milik ISIS.
bom non nuklirHak atas fotoBom yang memiliki panjang sembilan meter itu dijatuhkan di Distrik Achin pada Kamis malam waktu setempat (13/04).
Bom yang memiliki panjang sembilan meter itu dijatuhkan di Distrik Achin pada Kamis malam waktu setempat (13/04), kata Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon.
Sumber-sumber setempat menuturkan ledakan begitu dahsyat sehingga suaranya sampai terdengar di dua distrik yang berdekatan dengan distrik Achin.
Bom non-nuklir ini pertama kali diujicoba pada 2003 lalu, tetapi belum digunakan dalam pertempuran sesungguhnya.

Thursday, April 13, 2017

Hancur...Amerika Menjatuhkan Bom Seberat 10 Ton di Markas ISIS di Afghanistan

Empat orang sumber menyebut militer Amerika Serikat telah menjatuhkan sebuah bom besar di Afghanistan.

Bom GBU-43/B MOAB, yang juga dikenal sebagai 'induk dari segala bom (Mother of All Bombs)', dijatuhkan pada 19.00 waktu setempat, Kamis (14/4).

Bom terbesar non-nuklir milik Paman Sam itu adalah sebuah bahan peledak seberat nyaris 10 ribu kilogram yang diarahkan menggunakan sistem GPS.


Para sumber yang dikutip CNN itu mengatakan bom tersebut dijatuhkan oleh pesawat MC-130 yang digunakan oleh Komando Operasi Khusus Angatan Udara AS.

Mereka mengatakan sasaran yang diincar adalah terowongan dan anggota kelompok teror ISIS di distrik Achin, Nangarhar.

Pihak militer sedang meneliti sebesar apa dampak yang diakibatkan bom raksasa itu. Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan, adalah orang yang menandatangani penggunaan senjata itu, kata para sumber.

Menurut sejumlah pejabat pemerintahan AS, ini adalah kali pertamanya MOAB digunakan di medan perang. Persenjataan ini dikembangkan pada masa perang Irak.