Showing posts with label Tommy Soeharto. Show all posts
Showing posts with label Tommy Soeharto. Show all posts

Sunday, April 2, 2017

Bongkar Pendana Dibalik Sekjen FUI dan Ini Startegi Jahat Mereka


Well, kami akan beberkan siapa saja pendana dibalik Al-Khataththath ini yang telah kami bongkar sebelumnya sebelum aksi 313 tentang agenda terelubung mereka ini. Perlu anda ketahui, pembongkaran kami berkesinambungan karena satu-persatu informan kami mulai dicurgai oleh kelompok ini sehingga kami kadang kesulitan untuk mendapatkan informasi.

Kadang informasi yang beredar tidak sesuai dengan informasi pihak polisi karena kami menggunakan system BLACKHAT (hanya IT yang tau) untuk mendapatkan informasi yang akurat selain tim Markibong yang bekerja dilapangan.

http://www.marikitabongkar.com/2017/03/anonymous-membongkar-agenda-terselubung.html

Kami kembali membongkar lebih detail siapa dibalik Gatot ini.

Aksi 313, dipelopori oleh FPI dan  FUI sesuai dengan pengakuan Rizieq Shihab yaitu dalam selebaran meminta pemerintah untuk membebaskan Al-Khataththath yang memiliki agenda untuk menjatuhkan pemerintah. Ini bukan sekedar dugaan tapi polisi memiliki bukti yang kuat, begitupun kami.

Sekjen FUI ini dijanjikan oleh Tommy Soeharto melalui Ketua Parmusi Usama Hisyam, jika ia bisa menjatuhkan Pemerintah yang sah melalui aksi 313 ini maka ia akan mendapatkan upah senilai 3 Milyar bahkan yang dijanjikan bisa mencapai puluhan milyar. Ada kemungkinan kabinet bayangan yang telah dipersiapkan oleh Prabowo melalui Gerindra akan mengambil alih pemerintahan bisa saja terjadi.

Secara ekonomis justru sangat tidak masuk akal berani spekulasi membayar hotel senilai 4-5juta permalam hanya membahas aksi 313, masih banyak hotel murah yang senilai 600-1juta rupiah permalam.

Nah, disini masyarakat awam dapat saja mengerti secara logika agenda apa yang membuat mereka berani mengeluarkan uang sebesar itu?

Pengakuan Al-Khataththath alias Gatot mengatakan bahwa dia tidak meliki uang yang dibawa dalam tas, tapi pengakuan polisi bahwa ada uang puluhan juta yang disita didalam tasnya.

Pertanyaannya siapakah yang menyerahkan uang sebanyak itu kepadannya? Jawabannya adalah Usama Hisyam. memberikan uang sejumlah puluhan juta dan membayar kamar hotel sang ustadz. Polisi silahkan selidiki keterlibatan Usama.

Ini strategi dan agenda mereka selama ini.

1. Anies merupakan salah satu Menteri yang terkena Reshufle oleh Presiden Joko Widodo, dengan dorongan kuat dari pada provokator dibelakang Anies termasuk keluarganya mendorong untuk melakukan pembalasan dendam terhadap pemerintahan ini yang dipimpin oleh Jokowi. Dengan Anies merebut kursi DKI 1 sama saja dengan memasang Bom waktu didepan Istana Kepresidenan, Anies bersikukuh dengan berbagai macam cara agar ia bisa naik menjadi gubernur, dari kampanye rumah tanpa DP, tolak mayat bahkan aksi 313 dilakukan ( otak kampanye tolak mayat adalah Al-Khataththath)



Ia berusaha membunuh hati nuraninya agar ia tidak mengerti apa itu arti kejujuran yang penting maju jadi Gubernur DKI. Ambisinya ini terlihat jelas ketika dalam debat di metro TV ia dengan terang-terangan mengatakan bahwa ingin memberhentikan Ahok menjadi Gubernur.

Dalam perundingan di meja strategi mereka di kediaman Prabowo, Prabowo sepakat melakukan apapun untuk menjadikan Anies Gubernur karena Prabowo sakit hati terhadap Ahok yang membelot dari partai Gerindra semenjak menjadi wakil Gubernur mendampingi Jokowi.



Judulnya adalah Anies sakit hati dengan Presiden Jokowi, Prabowo sakit hati dengan Ahok.

2. Tommy masih berharap dengan mendanai Aksi 313 ini merupakan peluang besarnya balas dendam dengan Kapolri Tito yang dulu menangkapnya dan menjebloskannya ke penjara. Uang bukan masalah bagi Tommy, karena kekayaan yang ia miliki mampu membeli apa saja yang mau ia beli.

Ia berusaha selalu tenang seoalah ia tidak terlibat dalam rencana jahat ini, tapi bukti yang polisi dapatkan dari Firza cukup kuat untuk menjeratnya dalam kasus makar berikutnya yang digagas oleh Al-Khataththath

Ini mata rantai hubungan mereka yang kami himpun.



Dalam skema diatas kita bisa simpulkan pendanaan kuat dari Tommy Soeharto masih mengalir, aliran yang dibuka sedikit ke Al-Khataththath melalui Usama Hisyam terbukti diakui oleh Usama Hisyam (Ketua Parmusi).

https://news.detik.com/berita/d-3463590/menginap-di-kempinski-al-khaththath-dibayari-ketua-parmusi

Pada saat Al-Khataththat sedang membahas aksi di loby hotel Kempinski, Usama Hisyam menyerahkan sejumlah uang dan membayar kamar hotel untuk Al-Khataththat alias Gatot.

Polisi mencium bahwa aksi makar akan dilakukan oleh Gatot ini melalui massa yang tergabung yaitu FUI, HMI, HTI dan FPI tapi FPI melarang anggotanya menggunakan atribut, ini strategi bunglon yang diperintah oleh Rizieq.

Kesimpulannya adalah pendana 313 masih Tommy Soeharto melalui orang-orang kuat dan konglomerat lainnya yang merasa bisnis mereka terancam di era Jokowi dan Ahok karena mereka tidak memiliki peluang memainkan bisnis haram mereka lagi.

Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin menuangkan racun kedalam minuman mereka tapi harga racun mahal jadi biarkan mereka mati membusuk didalam penjara karena ulah mereka sendiri.

Bongkarrrr.....



Bongkar...Tommy Ketakutan Hadiri panggilan Polisi Terkait Kasus Makar


Penyidik Polda Metro Jaya menjadwal ulang pemeriksaan putra bungsu Presiden kedua RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, sebagai saksi kasus dugaan makar Firza Husein.
Keterangan Tommy diperlukan penyidik untuk mengetahui keterkaitannya dengan tersangka Firza Husein yang menjadi Ketua Solidaritas Sahabat Cendana (SSC).
"Kami ingin melihat apakah ada korelasi atau tidak berkaitan dengan apa yang disampaikan Firza dan yayasan Sahabat Cendana. Nanti akan didalami di situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes  Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (1/4/2017).
Argo mengakui, Firza Husein membantah ada kaitan Tommy Soeharto dengan yayasan SSC maupun dugaan makar yang disangkakan kepadanya. Oleh karena itu, keterangan Tommy Soeharto diperlukan penyidik untuk mengonfirmasi fakta sebenarnya.
"Makanya kami ingin mintai keterangan Tommy, apakah ada hubungan atau enggak," katanya.
Firza Husein merupakan satu dari 10 tokoh yang ditangkap petugas Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2016 atau jelang aksi 212, karena dugaan terlibat rencana makar terhadap pemerintah.
Untuk melengkapi berkas penyidikannya, penyidik menjadwalkan pemeriksaan Tommy Soeharto sebagai saksi kasus makar untuk tersangka Firza Husein pada Jumat (31/3/2017) kemarin. Namun, pemeriksaan gagal dilaksanakan karena Tommy Soehartp tidak memenuhi panggilan.
Pihak penasihat hukum Tommy Soeharto menyatakan hal itu dikarenakan belum menerima surat panggilan pemeriksaan dari penyidik.
Namun, pihak polda menyatakan surat panggilan itu sudah diterima oleh pihak Tommy, karena ada tanda tangan penerimaan surat tersebut.
"Kami belum dapat alasan pastinya enggak datang karena apa. Untuk jadwal ulang pemeriksaan, nanti kami cek lagi agendanya kapan," sebut Argo. 
Mau racun tom?