Showing posts with label Pilkada. Show all posts
Showing posts with label Pilkada. Show all posts

Friday, April 21, 2017

Isu SARA Mampu Menggerus Suara Ahok-Djarot


Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menelan pil pahit dalam putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Berdasarkan hasil hitung riil (real count) yang dirilis oleh Komisis Pemilihan Umum, pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno unggul dengan selisih 15,9 persen dari Ahok-Djarot. 

Ahok-Djarot mengumpulkan 42,05 persen atau 2.351.438 suara selama putaran kedua. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan hasil putaran pertama sebanyak 42,96 persen atau 2.357.785 suara.

Tergerusnya suara Ahok-Djarot dalam putaran kedua disebabkan beberapa hal. Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebutkan penurunan suara yang diperoleh Ahok-Djarot tersebut karena adanya migrasi pemilih massa mengambang (swing voters) yang beralih mendukung Anies-Sandi. 

Karyono mengatakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang menyerang Ahok menjadi faktor yang menggerus suara masa mengambang. 

“Isu SARA memiliki pengaruh yang lebih dahsyat dan sulit untuk dilawan, terbukti hal itu mampu menurunkan elektabilitas Ahok-Djarot,” kata Karyono dihubungi CNNIndonesia.com. 
Padahal bila melihat tingkat kepuasan, mayoritas warga Jakarta puas dengan kinerja kepemimpinan Ahok-Djarot. 

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (Indikator) mengatakan sebanyak 76 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Ahok. Adapun lembaga survei Median menyebutkan sebanyak 65,6 persen responden puas dengan kinerja sang petahana. 

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Ikhsan Darmawan mengatakan hal yang sama. Kasus dugaan penistaan agama dianggap berefek signifikan dalam menentukan pilihan. Hanya para pemilih yang melihat ukuran kinerja semata yang memilih Ahok. 

“Angka 42 persen yang memilih Ahok itu sepertinya memang sudah mentok enggak bisa naik lagi," kata Ikhsan dihubungi CNNIndonesia.com. 

Di samping serangan isu SARA, kedua pengamat menganggap partai pendukung Ahok-Djarot kurang solid dibandingkan seterunya. Karyono melihat kinerja dari partai pendukung Anies-Sandi kompak, terstruktur, sistematis, dan masif dalam bekerja dan manajemen isu. 
Mengapa jumlah suara Ahok-Djarot turun? Konvoi para pendukung Anies-Sandi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
"Partai pendukung pasangan nomor tiga, mereka betul-betul kerja dan turun ke basis pemilih sementara kalau kita lihat dari kinerja tim pasangan calon nomor dua dari segi partai tidak menunjukkan kekompakan," kata Karyono. 



Seperti diketahui, Anies-Sandi disokong oleh Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Idaman, Partai Bulan Bintang dan Perindo. Tak hanya partai, kelompok massa yang menyerang Ahok dengan isu agama pun mendukung Anies-Sandi. 

Sebaliknya, kata Karyono, partai pendukung Ahok-Djarot yang kurang solid. Dari deretan partai pendukung yakni PDIP, Partai Golkar, Hanura, NasDem, PPP, PKPI, PSI dan PKB, dia menilai hanya PDIP yang tampak bekerja. 

Di antara partai pendukung pun tampak terjadi perpecahan suara, seperti beberapa orang Golkar yang menyeberang ke Anies-Sandi. 

Karyono juga menilai masuknya beberapa partai pendukung seperti PKB dan PPP tidak optimal dan terlambat. 

“Meskipun ada PKB sebagai simbol partai Islam yang seharusnya bisa melawan dan menipis isu SARA, tapi kan faktanya itu tidak mudah," kata Karyono.

Ikhsan menyatakan kerjasama Ahok-Djarot dengan banyak partai tak berefek hingga ke tingkat akar rumput. "PPP dan PKB bergabung ke dalam koalisi Ahok-Djarot, namun para pemilihnya enggak cukup solid dan patuh terhadap partai,” kata Ikhsan. 

Ikhsan menambahkan, isu pembagian sembako yang menimpa kubu Ahok-Djarot sebagai faktor yang menggerus suara. “Berefek kepada pemilih yang tidak suka dengan politik uang,” kata dia
.

[Video] Kecurangan-kecurangan Yang Terjadi Di TPS, Tonton...


Kami menghimpun Video-video kecurangan yang di lakukan oleh oknum-oknum yang ingin memenangkan Anies-Sandi, dari surat suara tidak ada padahal pemilih tetap, surat suara yang double, surat suara yang digunakan oleh orang lain hingga nilep surat suara.

Ini Videonya.



Bagaimana Menurut anda? 

Bongkar...


Thursday, April 20, 2017

Heboh...Ada Kecurangan Dalam Pemungutan Suara, KPU Laksanakan Pemungutan Suara Ulang


Komisioner KPU DKI Dahliah Umar mengatakan, siap menindaklanjuti laporan penggunaan formulir C6 atas nama orang lain pada hari pencoblosan Pilkada DKI 2017 putaran kedua kemarin, Rabu 19 April 2017. Bentuk tindak lanjut tersebut berupa Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Di Jakarta Pusat ada di TPS 01 Gambir. Lebih dari satu orang (menggunakan form C6 orang lain), kalau lebih dari satu itu harus dilakukan PSU sehingga Panwas Kecamatan Gambir sudah mengirim rekomendasi kepada Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gambir kemarin," kata Dahliah di Hall Bina Kara, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Dalam surat rekomendasi disampaikan telah terjadi penggunaan C6 atas nama Sukadiah dan Saini oleh Hasilah dan Bai di TPS 01 Kelurahan Gambir Kecamatan Gambir. Setelah diverifikasi, terbukti bahwa pemilih tersebut menggunakan formulir C6 yang bukan miliknya di Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

"Atas surat ini, Panwascam Gambir merekomendasikan PSU. Jadi PSU akan kami (KPU DKI) laksanakan hari Sabtu 22 April 2017," jelas dia.

Selain di Gambir, KPU DKI mendapat laporan serupa di Jakarta Timur pada Pilkada DKI 2017putaran kedua kemarin. Namun, untuk wilayah tersebut masih harus ada klarifikasi lanjutan.

"Semalam ada pemeriksaan lanjutan (laporan serupa di wilayah lain), tetapi masih diklarifikasi. Itu ada di Jakarta Timur," ungkap Dahliah.

Setelah TPS 31 Menteng Viral Dengan Suara Anies-Sandi Melambung 1000%, Situs Mata Rakyat Segera Merevisi

Dugaan kecurangan yang dilakukan oleh KPPS dalam penghitungan cepat Rabu 19 April 2017 di TPS 31 Menteng jakarta selatan, menjadi viral. di media sosial yang kami publikasikan dengan judul "Temuan Kecurangan Penghitungan Suara di TPS 31 Menteng, Suara Anies-Sandi Melonjak 1000%".
Ini hasil penghitungan tanggal 19 April 2017 yang sempat viral di Media
Matarakyat.id merupakan sistus yang memuat informasi seputar pilkada dan penghitungan suara cepat, telah membuat kesalahan dalam input data suara yang sempat menuai kontroversi dan spekulasi dikalangan masyarakat. Di TPS tersebut Anies-Sandi hanya mendapatkan suara 88 suara dan Ahok-Djarot 268 suara, kemudian didata C1 pada situs Mata Rakyat, Anies Justru unggul dengan suara mencapai 881 suara. 

Walapun sekarang Mata Rakyat telah revisi data tersebut, tapi kesan masyarakat terhadap pilkada DKI ini tetaplah tidak fair karena ada indikasi-indikasi kecurangan yang dilakukan untuk memenangkan Anies-Sandi.
Ini Data C1 yang telah di revisi oleh Mata Rakyat


Pertarugan Pilkada DKI telah selesai, Ahok pun mengingatkan kepada seluruh pendukung dan relawannya untuk tidak mengungkit walaupun ada kecurangan yang telah terjadi, menandakan Ahok memang berjiwa besar dalam bertarung di Pilkadai DKI ini.  Bukti nyata kebesaran hatinya ketika berpidato di Metro Tv, ia katakan bahwa jakarta ini adalah "Tempat kita bersama".

Pesan kami kepada seluruh lembaga baik survey, KPU, Bawaslu dan media yang menyajikan informasi seputar pilkada, tolong bersifat netral agar masyarakat indonesia ini dicerdaskan dengan informasi yang benar-benar aktual dan dapat dipercaya, sehingga tidak menghilangkannya kepercayaan masyarakat terhadap media.

Begitu saja informasi dari kami, tentang revisi data C1 yang salah di input oleh situs Mata Rakyat.


Salam waras 2017

Wednesday, April 19, 2017

Setelah 4 Jam Menang Hasil Quick Count, Tim Anies-Sandi Pesta Alkohol, Padahal Getol Teriak Kafir dan Haram


"Kekuasaan Tuhan yang kasih dan Tuhan yang ambil" kata Ahok dalam pidatonya di MetroTV, Jiwa besar Ahok mencerminkan beliau adalah seorang petarung sejati. Diputaran pertama, ia tau bahwa ia dicurangi tapi ia tidak pernah ingin ribut, ia ijinkan pertarungan berlangsung pada putaran kedua, ia percaya bahwa semua Tuhan yang mengatur. 


Nah, berbeda dengan Tim Anies-sandi ini, mereka dulu getol banget mengatakan haram, kafir-kafirkan orang tapi kenyataanya mereka adalah kaum yang munafik padahal di masjid waktu usir pak Djarot, mereka bilang pak Djarot munafik tapi apa yang dilakukan mereka? Baru Quick Count mereka sudah tegak Vodca dan Whyski padahal kata bibib Rizieq bilang itu "haroooommmmm".

Nanti bang haji Rhoma dengar pasti marah kalau tau mereka ini mabuk-mabukan, tapi tak apalah merekakan 11-12 saja, yang penting urusan TPS 35 di selesaikan dulu, dan kami masih akan mengumpulkan lagi bukti-bukti yang lainnya agar seluruh dunia tau bahwa mereka ini para penipu termasuk KPPS, KPU DKI dan Bawaslu.

Berani mengatakan mereka penipu? lah, buktinya banyak mereka itu berpihak kepada Anies. Quick Count di manfaatkan untuk menjatuhkan Ahok sebelum penghitungan real count oleh KPU. Yang jelasnya ketika penghitungan suara oleh KPU dan ternyata Ahok menang dengan suara terbanyak, KPU pasti tutup mata saja sambil umumkan "ANIES-SANDI MENANG 1000%".

BONGKARRRRRR....

Temuan Kecurangan Penghitungan Suara di TPS 31 Menteng, Suara Anies-Sandi Melonjak 1000%


Wow, kami baru menemukan ada kecurangan dalam penghitungan suara, dari data yang kami himpun, kami menemukan bahwa KPPS melakukan kecurangan dalam menghitung suara. Terbukti dari hasil rekapitulasi suara Ahok-Djarot mendapatkan suara 268 dan Anies-Sandi mendapatkan 88 suara.

Tapi kenyataan tidaklah demikian ini buktinya dan biarkanlah bukti foto ini yang menjelaskan kepada anda semua. Tegakkan kebenaran dan jika ini suatu kesalahan atau kecurangan, segera ditindak karena jika suara Anies-Sandi menggelmbung naik 1000% dari jumlah real, berarti quick count hari ini adalah hasil tipuan.


Sebarkan agar semuanya tau...


Salam Markibong


Bongkarrrrr

Selamat Kepada Anies-Sandi Atas Isu SARA Yang Digunakan Untuk Menang Pilgub


Selamat atas kemenangan yang diraih dalam pilgub putaran kedua ini kepada saudara Anies-Sandi, suara yang diraih menunjukan bahwa warga DKI memang menghendaki Gubernur baru dalam memimpin DKI ini.

Kami Tim Markibong mengucapkan selamat atas terpilihnya Gubernur baru yakni Anies-Sandi dan semoga isu SARA yang anda manfaatkan untuk menang dalam Pilgub DKI ini berhenti sampai disini dan tidak ada lagi isu SARA.

Selamat kepada FPI orgasme Al-Maidah 51 nya sudah klimaks.

Selamat kepada Prabowo untuk bisa memanfaatkan Kursi DKI 1 Anies untuk melenggang RI 1 2019 mendatang.

Selamat kepada seluruh Tim pemenangan Anies-Sandi yang keji memfitnah dan menyusup dalam tim Ahok-Djarot di Pilgu DKI ini.

Selamat kepada para koruptor anda memliki peluang garong uang rakyat.

DAN SELAMAT KEPADA KPK ANDA MEMILIKI BANYAK KERJAAN UNTUK MENANGKAP BANYAK KORUPTOR DALAM PEMERINTAHAN ANIES-SANDI

Ahok-Djarot Menang Telak!!! 53% Ditangan


Projo optimis Ahok-Djarot menang Pilgub DKI putaran dua. Mereka berpegang dari hasil exit poll yang dibuat.

"Exit poll menang," kata Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, kepada wartawan, Rabu (19/4/2017). 

Sayang Budi enggan memaparkan detail hasil exit poll dalam bentuk persentase utuh. Ia hanya menyebut Ahok-Djarot cukup aman di atas 53% suara.

Hasil exit poll ini berbeda dengan hasil yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. LSI Denny JA mengumumkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berpeluang besar muncul sebagai gubernur baru DKI Jakarta.

"Salam "Selamat datang gubernur baru Anies-Sandi," agaknya segera berkibar. Tapi sekali lagi, itu setelah data Exit Poll dibenarkan oleh quick count," kata founder LSI, Denny JA, dalam siaran pers.

Namun exit poll diakui belum hasil final. Hasil yang masih ditunggu adalah hasil quick count sore nanti.

Hasil yang paling valid tentu saja hasil penghitungan real count yang dilakukan oleh KPU DKI Jakarta.