Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Saturday, September 2, 2017

Gempa Berkekuatan 5.0 Skala Richter Mengguncang Maluku Tenggara Barat


Gempa berkekuatan 5.0 skala richter mengguncang Maluku Tenggara Barat. Titik gempa terjadi di 146 Km arah Barat Laut Maluku Tenggara Barat.

Gempa terjadi pada Minggu (3/9/2017) pukul 02.06 WIB. Pusat gempa berada pada kedalaman 94 Km.

"Gempa Mag:5.0 SR, 03-Sep-17 02:06:49 WIB, Lok:7.18 LS,130.09 BT (146 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT), Kedlmn:94 Km," tulis akun Twitter @infoBMKG seperti dilihat detikcom, Minggu (3/9/2017).

Situs BMKG menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan Tsunami. Namun belum ada info lebih lanjut terkait kerusakan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. 
(nvl/nvl)

Thursday, August 31, 2017

Heboh, Bayi Ini Baru lahir Dan Bisa Langsung Berjalan

Pada dasarnya bayi yang baru lahir hanya bisa menangis. Karena kondisi tubuh bayi seperti tulang masih belum bisa menahan dan belum memiliki kekuatan untuk melakukan banyak hal. Untuk membuka mata saja masih sangatlah susah. Namun apa jadinya jika bayi ini langsung berjalan ketika baru saja dilahirkan, kaget bukan?




Kelahiran seorang bayi memang menjadi hal yang paling membahagiakan bagi pasangan suami istri. Pada dasarnya bayi yang baru lahir hanya bisa menangis. Karena kondisi tubuh bayi seperti tulang masih belum bisa menahan dan belum memiliki kekuatan untuk melakukan banyak hal. Untuk membuka mata saja masih sangatlah susah.
Apa jadinya jika bayi baru lahir sudah bisa berjalan. Pasti hal ini akan membuat kita tercengang dan kaget. Namun, ketika tuhan sudah berkehendak maka tak akan ada lagi sesuatu yang bisa bersifat mustahil. Begitupun yang terjadi pada salah satu bayi berikut ini.
Tidak hanya dapat menangis saat baru saja lahir, bayi yang tidak diketahui identitasnya ini juga bisa berjalan. Saat baru saja dilahirkan, nampak Ia berusaha menegakkan tubuh, menyeimbangkan diri lalu berjalan di atas kasur. Tubuhnya beberapa kali terlihat lemas dan kehilangan keseimbangan. Namun, Ia kembali bangkit dan berusaha melangkah kembali.
Berikut ini videonya berdurasi 41 detik yang diunggah ke Youtube oleh akun Unseen Videos.

Walau terlihat ajaib, ternyata peristiwa itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Ternyata menurut penjelasan medis yang dipaparkan rumah sakit anak di Amerika Serikat, itu hanya gerak refleks bayi yang baru lahir. Refleks bagi bayi baru lahir adalah gerakan spontan yang normal dan alamiah, terjadi sebagai reaksi dari aktivitas otak atau syaraf. Ada beberapa gerakan refleks bayi, seperti menghisap, kaget, menyusui, dan berjalan. Untuk refleks berjalan, bayi akan spontan menggerakkan kakinya jika digendong berdiri dan telapak kakinya menyentuh permukaan yang keras.

Heboh! Pengacara Dari Kenya Gugat Israel dan Italia Atas Pembunuhan Terhadap Yesus, Ia Juga Menuntut Kasiar Tiberius, Raja Herodes dan Pontius Pilatus


Seorang pengacara Kenya baru-baru ini mengajukan sebuah petisi ke Mahkamah Internasional (IJC) di Den Haag. Ia menggugat Israel dan Italia, serta tokoh-tokoh sejarah yang telah meninggal selama lebih dari 2.000 tahun lalu, atas pengadilan dan penyaliban yang tidak sah terhadap Yesus Kristus.

Dola Indidis pertama kali mencoba menuntut Israel dan Italia atas kematian Yesus, pada tahun 2007. Setelah gugatannya ditolak, ia tidak menyerah.

Pada tahun 2013, dia berpaling ke Mahkamah Internasional untuk pertama kalinya, dengan alasan bahwa hukuman terhadap Yesus melanggar hak asasi manusia. Sayangnya, gugatannya lagi-lagi ditolak. Pada bulan Maret tahun ini, Indidis sekali lagi mengajukan banding ke ICJ, dengan harapan bisa mencapai persidangan yang sebenarnya.

"Saya mengajukan kasus ini karena ini adalah tugas saya untuk menegakkan martabat Yesus dan saya telah pergi ke ICJ untuk mencari keadilan bagi orang Nazaret itu," kata Dola Indidis kepada The Nairobian.

"Penuntutannya yang selektif dan berbahaya telah melanggar hak asasi manusianya melalui pelanggaran yudisial, penyalahgunaan jabatan dan prasangka."


Dia menambahkan bahwa menyiksa Yesus saat persidangan masih berlangsung, bertentangan dengan semua bentuk keadilan.

"Beberapa dari mereka yang hadir meludah di wajahnya, memukulnya dengan tinjunya, menamparnya, mengejeknya, dan mengatakan bahwa dia layak dihukum mati," kata Indica kepada Standard Media. "Saya menuntut sebagai teman."

"Bukti saat ini tercatat dalam Alkitab, dan Anda tidak dapat mendiskreditkan Alkitab," kata Dola Indidis.

Sayangnya ICJ tidak melihatnya seperti itu. Pejabat pengadilan mengatakan bahwa "ICJ tidak memiliki yurisdiksi untuk kasus semacam itu. ICJ menyelesaikan perselisihan antar negara bagian. Bahkan secara teoritis tidak mungkin kita mempertimbangkan kasus ini." 

Selain Israel dan Italia, Dola Indidis juga ingin menuntut Kaisar Tiberius, Pontius Pilatus, Raja Herodes dan sejumlah tetua Yahudi, yang semuanya telah meninggal lebih dari dua ribu tahun.

Wednesday, August 30, 2017

Pengendara Yang Salah Ini Membentak Polisi Tua Saat Ditilang, Seorang Provost Datang Dan Membentak Pengendara Tersebut


Seorang polisi menegur pemotor yang berkendara melawan arah. Bukannya mengaku salah, pemotor itu malah membentak dan memarahi polisi yang tampak umurnya sudah cukup tua itu. 

Kejadian itu terekam dalam video yang tersebar dan viral di media sosial. Dalam video, terlihat polisi memberhentikan pemotor yang melawan arah. Pria pemotor itu juga tidak mengenakan helm saat berkendara. Lokasi kejadian yakni di Jembatan Lima, Jakarta Barat. 

Setelah diberhentikan, pemotor malah marah-marah ke polisi itu. Kemudian polisi menjelaskan agar pemotor tidak ngotot dan mengamuk karena sudah melakukan kesalahan. 


"Kalau salah ya salah. Nggak usah ngotot-ngotot. Kan enak. Ini satu arah jalanan," ujar polisi itu. 

Kemudian, pemotor malah menantang dan sesumbar mengatakan akan meminta bantuan dari seorang pimpinan polisi. Bukannya takut, polisi itu malah menantang balik karena tindakan yang dilakukannya sudah benar. 

"Telepon saja. Saya tunggu. Ini lokasi di Jembatan Besi," kata polisi itu lagi. 

Tidak berapa lama kemudian, datang seorang yang menyebut dirinya anggota provost Polres. Dia berusaha untuk menyelesaikan permasalahan pemotor tersebut. 

"Saya dari Provos Polres pak. Ada apa?" tanya anggota provost tersebut. 

"Ini marah-marah pak (sambil menunjuk ke polisi yang menegurnya). Ngomongnya nggak sopan. Aparat kan mesti sopan dong," kata pemotor itu. 

Anggota provost tersebut kemudian menanyakan kepada polisi tentang perkataan yang disebut pemotor tidak sopan. 

"Emang bapak ngomongnya gimana pak?" tanya anggota provos ke polisi itu. 

"Saya suruh balik pak (lawan arah)," jawab polisi. 

Namun tetap saja pemotor itu tidak mau mengalah dan malah menantang balik. Akhirnya provos tersebut meminta agar pemotor memperlihatkan surat-surat kendaraan dan identitas. Namun pemotor itu menolak. Anggota provost naik pitam dan adu mulut keduanya tidak terelakkan. 

"Polisi berhak melihat surat-surat. Bapak udah tahu salah. Ini orang (polisi) udah tua pak. Saya membela yang benar," kata anggota provost. 

Polisi tua itu mencoba untuk mendamaikan keduanya. Dia juga tampak menepuk bahu pemotor sebagai tanda untuk menyudahi perdebatan. 

detikcom mencoba mengonfirmasi ke pihak kepolisian terkait. Kapolsek Tambora Kompol M. Syafi'i membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi tua yang bertugas saat itu yakni Aipda Sumino dari Polsek Subsektor Jembatan Lima. 

"Ada pengendara melawan arus, harusnya ke kanan malah ke kiri. Kemudian ditegur. Pertama karena melawan arus dan nggak menggunakan helm. Ditegur kok ngeyel. Jadi tidak ditilang karena bukan anggota polisi lalu lintas," ujar Syafi'i Rabu (30/8/2017). 



Tuesday, August 29, 2017

Menghilang Selama Tiga Hari, Jasad Yosep La'o Ditemukan Dalam Keadaan Mengenaskan


Mahakam Ulu-Matalibaq, Sejak menghilang tiga hari yang lalu, kamis (24/8/2017) sore, Yosep La'o (35), seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit Milik PT. Setia Argo Abadi (SAA/Fanggiono Agro Plantation atau FAP) tidak kembali ke mess karyawan PT.SAA kampung Matalibaq, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu. 

Para Karyawan dan warga kampungpun berupaya mencari keseluruh area perkebunan menyisir hingga ke tiap pohon sawit.

Sabtu (26/8) pada pukul 07:30 Wita, Pria asal NTT Tersebut ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi tengkurap dibelukar sekitar 2 meter dari pohon sawit. 

Diduga korban dianiaya dan dibunuh karena terdapat memar pada tubuhnya dan bekas lilitan tali jerat pada leher korban, Manajemen Perusahaanpun membuat laporan penemuan jasad korban ke Mapolsek Long Hubung dan Polisipun langsung olah TKP.

Selanjutnya tim Forensik Satreskrim Polres Kubar membawa jasad korban ke rumah Sakit Umum AW Syahrani Samarinda untuk di otopsi. Polisi masih menunggu keterangan dari tim medis yang akan melakukan otopsi pada jasad korban sementara kepolisian melakukan penyelidikan dan pengembangan atas kasus tersebut. (mark)

Monday, August 28, 2017

Kisah Haru Jemaah Korban Tipuan First Travel Yang Menyesal Telah Mendemo Ahok

Gambar Ilustrasi

Sepenggal kisah mengharukan dari seorang netizen yang juga salah seorang korban tipuan First Travel ingin membagikan pengalaman pribadinya untuk menjadi renungan bersama bahwa janganlah mudah mempercayai orang-orang yang menggunakan ayat-ayat suci yang ujung-ujungnya menelan kita.

"Katanya saudara seiman", dan saya dulu percaya dengan kata-kata itu sehingga saya mencoba mendaftarkan diri saya untuk ikut paket umroh dengan harga yang cukup murah, tanpa pikir panjang saya dan keluarga saya mendaftarkan diri untuk mengikuti perjalanan suci ini.

"Sebagai tamu Allah, anda adalah raja bagi kami (First Travel)" begitulah ungkapan bujukan mereka terhadap kami. mereka membujuk kami dengan ayat-ayat suci agar kami membawa banyak orang masuk mendaftarkan diri. Ditambah lagi banyak selebriti-selebriti yang digunakan untuk mempromosikan perusahaan First Travel ini. Tapi siapa sangka mereka yang kami anggap saudara seiman justru menikam kami dengan tipuan mereka. Ibu saya jatuh sakit bahkan sempat masuk rumah sakit dan menderita stroke ringan akibat mendengar berita bos First Travel masuk penjara. Apa yang kami harapkan selama ini untuk sampai ke tanah suci menjadi sirna begitu saja.

Gambar ilustrasi (Tanah Suci hanyalah mimpi belaka yang telah sirna)

Desember lalu saya sempat ikut demo Ahok di jakarta ikut dalam aksi Bela Islam tersebut, dengan geram dan mengebu-ngebu saya melakukan aksi tersebut bahkan dalam hati saya jika ada Ahok didepan saya kemungkinan saya akan membunuhnya karena dia adalah "penista agama islam" menurut saya saat itu. Pidatonya menyayat hati waktu dikepulauan seribu tentang "jangan percaya kepada orang-orang yang pakai Al-Maidah 51 (ayat suci)"


Dan saat ini saya baru sadar dialah pejuang Islam sejati, walaupun ia adalah seorang non muslim tapi ia sangat adil dalam menegakkan hukum. Marbot diberangkatkan haji dan memberikan gaji kepada penjaga masjid. Saya buta mata hati saat itu karena saya dicuci otak oleh ormas FPI yang didalam kepengurusannya adalah saudara sepupu saya sendiri sehingga saya percaya bahwa Ahok menistakan Agama padahal tidaklah demikian, justru ia telah membuka mata hati kita umat islam ditanah air bahwa jangan percaya dengan orang-orang yang menggunakan ayat-ayat suci untuk kepentingan pribadi mereka.

Saat ini saya menyesal dan menangis ketika saya mengingat betapa garangnya saya ikut dalam aksi demo tersebut, saya tidak tau apa yang Ahok pikirkan pada saat 7 juta umat turun dijalan saat itu, secara manusiawi saya yakin dia juga merasa takut tapi saya percaya ia memiliki prinsip kebenaran. Pak Ahok Maafkan Kami yang telah memenjarakanmu.

Saya baru sadar bahwa pidato anda dikepulauan seribu bukan berniat menistakan Islam tapi karena anda sayang dengan kami umat Islam sehingga anda memberanikan diri untuk mengatakan kalimat itu. Jika waktu bisa di ulang saya rela memasang badan saya untuk membela bapak Ahok.

Pak, salam hormat saya buat bapak Ahok Sang Pejuang Islam Sejati



Dari Netizen dan Seorang Jemaah korban First Travel (yang tidak ingin disebutkan namanya)


Monday, April 24, 2017

Ayah Yang Tega Membuang Anaknya ke Arah Tungku, Hukum Berat!



Aksi kekerasan oleh pria bernama Taruna (23) terhadap anaknya yang masih bayi di Sukabumi, Jawa Barat, memancing keprihatinan sejumlah pihak. Lelaki bekerja petani itu melempar bayi perempuannya yang baru usia 47 hari ke arah tungku masak yang dalam keadaan menyala. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Sukabumi turut menyoroti kasus tersebut.

Bayi itu mengalami luka lebam dan lecet pada dahi, dagu, paha, dan hidung sempat mengeluarkan darah sehingga harus menjalani pengobatan. Terjadinya kekerasan tersebut bermula dari konflik meja makan pasangan suami istri (pasutri) Taruna dan Yeni Maryani (20). Taruna naik pitam lantaran sang istri telat menyajikan makan, lalu dia murka sambil melempar anaknya ke lantai yang diarahkan ke tungku. Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu (23/4) kemarin.

Ketua KPAI Kabupaten Sukabumi Dian Yulianto menduga faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di keluarga pelaku. "Jadi persoalan ekonomi kerap menjadi penyebab di samping moral dan akhlak orang tua. Hampir seluruh kejadian kekerasan maupun pelecehan seks terhadap anak dialami keluarga prasejahtera. Apakah itu karena faktor ekonomi maupun kondisi rumah tempat tinggalnya," ujar Dian kepada detikcom, Senin (24/4/2017).

Dian menyebut, tindakan kekerasan ayah kepada anak tidak seharusnya terjadi. KPAI mengecam perbuatan Taruna.

"Miris ayah kandung bisa dengan tega melakukan itu hanya karena dorongan lapar. Orang tua, seharusnya dapat memberikan rasa sayang dan nyaman kepada anak-anaknya. Termasuk tanggung jawabnya sebagai seorang ayah, bukan sebaliknya malah menganiaya anak," tutur Dian.

KPAI berencana memberikan pendampingan mental terhadap keluarga bayi. Selain itu, sambung Dian, KPAI akan menghadirkan psikolog untuk memulihkan trauma keluarga korban.

"Banyaknya kejadian, baik itu pelecehan maupun kekerasan terhadap anak, harus menjadi bahan masukan dan peran aktif semua pemangku kebijakan. Jangan sampai persoalan seperti ini terulang kembali," ucap Dian. 

Saturday, April 22, 2017

[Video] Ini Dia PNS Rasis Asal Flores, Marah-marah Dengan Warga Hingga Menantang Ahok


Video seorang PNS marah-marah tersebar di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Roy pada Selasa (18/4/2017).
Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang mengenakan seragam PNS berbicara dengan nada tinggi kepada pria yang merekam kejadian ini.
Dalam keterangannya Roy menuliskan, "Ini Perlakuan Pelayan Masyarakat? Berlaku layaknya seperti jagoan?"

"Kronologis: Jam 3 sore saya datang ke kelurahan Kelapa 2 Wetan, untuk bertanya mengenai pembuatan Surat Hak Ahli Waris."
"Awal bertanya kebagian pelayanan, tapi kami disuruh ke bagian Hak Ahli Waris."
"Sesampai di kantor bagiannya, Bapak Libertus selaku kepala bagian disana (mungkin) dia bertanya dengan nada 'Mau Ngapain Kamu?'"
"Saya jawab, mau tanya untuk pengurusan surat Ahli Waris pak. Lalu dia menjawab lagi, saya mau ketemu sama Abri nih sudah ditunggu, mana nih Ibu Welly."
"Kemudian masuk Ibu Welly, saya berkonsultasi dengan ibu Welly, dia menjelaskan syarat-syarat yang dibutuhkan Surat Kematian (yg sudah meninggal), KTP dan KK dari Ahli Warisnya dan Surat Nikah (Ibu dan Bapak)."
"Karena gak ada surat nikah, jadi saya bertanya lagi mereka tidak ada surat nikah bagaimana, Bu?"

"Ibu Welly: Oh tunggu ya, Pak, saya tanya dulu sama Pak Libertus."
"Setelah ditanya Bapak Libertus itu menjelaskan dengan bertanya mau bikin apa?"

"Saya: Mau tanya kalau mau urus surat ahli waris apa saja pak yang dibutuhkan? Karena saya tidak tahu apa-apa Pak dan saya mau tahu apa saja yang dibutuhkan."
"Akan tetapi beliau menjelaskan malah menjadi emosi dan menjadi marah seperti dalam video ini, dan membawa Daerah asalnya dengan berkata 'Saya Tidak Takut saya asli Flores'"
"Mau Lapor #Ahok? Saya tidak Takut. Saksi Hidup ada Mami saya disana yang ikut juga."
"Begini wajah Kelurahan Kelapa Dua Wetan. Bukan pelayanan tapi makian yang didapat."
Berdasarkan tautan yang tertulis bersama unggahan tersebut kejadian ini terjadi di Jakarta.
Selengkapnya tonton video di atas. (*)